Test Footer 2

coment

Selasa, 21 Mei 2013

pengertian metode card sort



Istilah metode berasal dari bahasa Yunani”metodos” yang terdiri dari dua suku kata, yaitu “metha” berarti melalui atau melewati, dan “hodos” yang berarti jalan atau cara. Metode berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia “metode” adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud”[1]. Dengan demikian dipahami bahwa metode pembelajaran berarti cara yang harus dilalui dalam suatu proses pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran.
Metode ( method) secara harfiah berarti cara, sedangkan secara praktik metode diartikan sebagai cara untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan dengan menggunakan fakta dan konsep yang sistematis. Dalam istilah psikologi, metode merupakan prosedur sistematis yang biasa digunakan untuk menyelidiki fenomena kejiwaan, seperti metode klinik, metode eksperimen, dan sebagainya.[2]
Para pakar pendidikan banyak yang mengemukakan metode, dalam mengemukakan pengetian dari metode diantaranya adalah :
1.             Metode pendidikan Islam bisa berarti prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. Selain itu metode diartikan juga sebagai teknik yang dipergunakan untuk menguasai sejumlah materi pendidikan Islam.
2.             Runes secara teknis menjelaskan bahwa metode adalah: pertama, suatu prosesur yang dipakai untuk mencapai suatu tujuan. Yakni suatu prosedur yang dipergunakan pendidik dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Kedua, sesuatu teknik mengetahui yang dipakai dalam proses mencari ilmu pengetahuan dari suatu materi. Yakni teknik yang digunakan peserta didik untuk menguasai materi tertentu dalam proses mencari ilmu pengetahuan. Ketiga, suatu ilmu yang merumuskan aturan-aturan dari suatu prosedur. Yakni yang dipergunakan dalam merumuskan aturan-aturan tertentu dari prosedur (dari segi pembuat kebijakan).
3.             Metode adalah cara yang telah diatur atau teratur dan berpikir baik-baik untuk mencapai suatu tujuan atau maksud. Demikian juga menurut buku “Methodik Khusus Pendidikan Agama” diterangkan bahwa metode adalah pelaksanaan cara mengajar atau guru menyampaikan bahan pelajaran kepada murid.
4.             Metode pendidikan adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mentransformasikan isi atau bahan pendidikan kepada peserta didik.[3]

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa metode merupakan suatu cara atau alat untuk mencapai tujuan, selain itu metode adalah suatu bagian dari komponen proses pendidikan. Jadi dapat dikatakan bahwa metode mengandung arti adanya urutan kerja yang terencana, sistematis dan merupakan hasil eksperimen ilmiah guna mencapai tujuan yang telah direncanakan.[4] Oleh karenanya guru harus berusaha semaksimal mungkin di dalam melaksanakan suatu metode yang nantinya diharapkan dapat mencapai tujuan di dalam pengajaran. Sehubungan dengan hal tersebut, Ahmad Tafsir mengatakan bahwa banyak orang menerjemahkan atau menyamakan pengertian metode dengan cara. Ini tidak seluruhnya salah. Memang metode dapat juga diartikan cara. Untuk mengetahui pengertiannya dilihat dari penggunaan kata metodhe dalam bahasa Inggris. Dalam bahsa Inggris ada kata way dan methode, dua kata ini sering diterjemahkan cara dalam bahasa Indonesia. Sebenarnya yang lebih layak diterjemahkan cara adalah kata way, bukan kata methode.
            Metode ialah istilah yang digunakan untuk mengungkapkan pengertian “cara yang paling tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu”. Ungkapan “paling tepat dan tepat” itulah yang membedakan methode dengan way. Karena metode berarti cara yang paling tepat dan cepat, maka urutan kerja dalam suatu metode harus diperhitungkan benar-benar secara ilmiah.”[5]
            Sedangkan yang dimaksud dengan metode mengajar adalah cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan, khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa”.[6] Metode mengajar adalah cara guru memberikan pelajaran dan cara murid menerima pelajaran pada waktu pelajaran berlangsung, baik dalam bentuk memberitahukan atau membangkitkan”.[7] Jadi peranan metode pengajaran ialah sebagai alat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif.
                        Dengan metode diharapkan tumbuh berbagai kegiatan belajar peserta didik sehubungan dengan mengajar guru, dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif antara guru dengan peserta didik. Dalam interaksi ini guru berperan sebagai penggerak atau pembimbing, sedangkan peserta didik berperan sebagai penerima atau yang dibimbing. Proses interaksi ini akan berjalan dengan baik jika peserta didik lebih aktif dibandingkan dengan gurunya. Misalnya menggunakan strategi pembelajaran yang membuat peserta didik belajar dengan berpikir, bergerak dan lain sebagainya yang salah satunya adalah strategi atau metode card sort.


[1] Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Ciputat Pers, Jakarta,2002, hlm.40
[2] Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung, 1995, hlm. 202
[3] A. Fatah Yasin, Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam, UIN Malang Press, Malang,2008, hlm. 131
[4] Armai Arief, Op,Cit., hal. 87.
[5] Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam PT. Remaja Rosda Karya,Bandung, 2004,hlm. 9
[6] Muhibbin Syah, loc. Cit.
[7] Abu Ahmad, Op. Cit., hlm. 152.

0 komentar:

bersama kopma

bersama kopma
ceria

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Google+ Followers

Translate